Jika Anda seperti kebanyakan orang, Anda mungkin pernah mendengar kalimat-kalimat ini:
"pria ingin seks lebih dari wanita" atau "pria lebih bergairah daripada wanita" atau "pria lebih sering memulai seks daripada wanita". atau "pria tidak bisa hidup tanpa seks". Mungkin itu dari pengalaman Anda sendiri. Tapi apakah itu benar?
Penelitian umumnya menunjukkan bahwa pria menginginkan seks lebih dari wanita. Misalnya, studi menemukan bahwa pria ingin berhubungan seks lebih sering dan bahwa pria lebih mungkin berharap mereka memiliki lebih banyak seks dengan pasangan mereka dibandingkan wanita.
Akan tetapi, banyak penelitian gagal mempertimbangkan kualitas seks. Apakah wanita benar-benar menikmati seks yang mereka lakukan? Jika iya, apakah mereka akan menginginkan seks lebih sering? Para peneliti yang fokus pada seksualitas wanita, terutama peneliti perempuan, sering menemukan bahwa kesenjangan keinginan lebih kecil dari yang terlihat. Bahkan, Dr. Emily Nagoski berargumen bahwa perbedaan antara libido wanita lebih signifikan rata-rata dibandingkan perbedaan antara dorongan seks pria dan wanita dalam bukunya Come As You Are.
Buku Nagoski juga membahas faktor penting dalam kesenjangan kenikmatan antara pria dan wanita. Menurut penelitian, wanita lebih sering memiliki keinginan responif sementara keinginan pria sering spontan. Ini berarti bahwa wanita tidak bisa menjadi bergairah tanpa faktor yang tepat, yang bisa termasuk kepuasan hubungan, kesehatan fisik, harga diri, dan banyak stimulasi klitoris, yaitu foreplay. Akibatnya, wanita memerlukan waktu lebih lama untuk mempersiapkan diri dan kurang mungkin menginginkan seks tanpa pemicu tersebut.
Ketika Anda mengontrol hal ini, Anda akan menemukan bahwa bukan berarti wanita tidak menginginkan seks. Melainkan, lingkungan mereka kurang mendukung, dan seringkali jenis seks yang mereka lakukan (hubungan seksual) tidak menghormati dorongan seks mereka. Anda bahkan bisa melihat bagaimana pertanyaan penelitian tentang hubungan seksual dan mengabaikan foreplay mengutamakan kenikmatan pria dibandingkan wanita. Jadi tidak heran jika mereka menemukan bahwa wanita menginginkan seks lebih sedikit.
Namun, Anda bisa memanfaatkan ilmu pengetahuan dengan memberikan dorongan seks (atau pasangan Anda) sesuatu untuk merespons. Setiap wanita memiliki pemicu unik yang mengaktifkan dorongan seks, tetapi banyak yang berhasil dengan masturbasi. Benar, menggunakan mainan seks favorit Anda mungkin sebenarnya membuat Anda lebih ingin seks, jadi mengapa tidak memilih vibrator atau dildo baru untuk dicoba? Sexting juga cara yang bagus untuk mempersiapkan dan membangkitkan gairah untuk bertemu kekasih Anda berikutnya.
Terakhir, jika Anda pernah mendengar ungkapan bahwa pria sebaiknya mencuci piring jika ingin pasangan perempuannya menginginkan seks, ada benarnya. Dorongan seks wanita lebih mudah hilang saat dia stres, cemas, atau memiliki banyak beban pikiran. Jadi mengambil bagian tanggung jawab Anda—dan kadang-kadang lebih—dapat memberikan dampak besar pada kehidupan seks Anda, belum lagi hubungan Anda.